Prostitusi Bakal Warnai Piala Dunia Brasil 2014

worldcupProstitusi di Brasil telah diprediksi akan mengalami kenaikan terutama selama berlangsungnya World Cup di Negeri Samba tersebut yang dimulai 12 Juni. Hampir sebulan menjelan kejuaraan sepakbola terbesar di dunia itu, para pelacur memastikan akan bisa memanfaatkan event tadi untuk mendapatkan uang tunai tambahan.

Para pelacur dari Amerika Serikat dan Belanda menuju selatan dengan tujuan meraup pendapatan besar. Lebih setengah juta fans sepakbola internasional akan melakukan perjalanan keBrasil untuk menonton pertandingan sepakbola. 

Prostitusi merupakan hal legal di Brasil, tapi pemerintah kabarnya akan secara aktif memantau turisme seks, khususnya memonitor pekerja seks di bawah umur di negara itu selama World Cup. Dengan begitu, semua orang yang tertarik dan ingin melakukan aktivitas seksual dengan pelacur selama kejuaraan Piala Dunia harus memastikan mereka hanya melakukan hubungan dengan pekerja seks yang berusia legal.

Semaraknya prostitusi di jalanan Brasil merupakan sesuatu yang pemerintah tak ingin pacu dan dorong, sekalipun praktik pelacuran adalah legal di negara Amerika Latin itu. 

Kejuaraan Sepakbola terbesar itu, sama seperti turnamen Piala Dunia lainnya, tak dipungkiri menjadi magnet bagi para pelacur dari seantero dunia untuk turut pesta. Saat malam tiba, jalanan pusat wisata menjadi semarak saat sejumlah wanita terlihat berdiri di sudut-sudut jalan, menyandar ke mobil dan mengenakan busana yang sangat minim menggoda pria iseng.

Brasil dianggap memiliki level terburuk perdagangan seks anak setelah Thailand dengan sekira 250.000 anak terlibat. Prostitusi adalah legal di Brasil bagi mereka yang berusia 18tahun keatas.