Perang Antara Mourinho Dan Pellegrini Masih Terus Terjadi

Posted in Kabar Sports

fJTmgZAmZVPerang verbal terus saja terjadi antara Jose Mourinho dan Manuel Pellegrini. Mourinho mengatakan bahwa Pellegrini keliru dalam menghitung dana yang dikeluarkan The Blues dalam bursa transfer pemain yang dilakukan.

Diketahui, Pellegrini memberikan komentarnya perihal belanja pemain besar-besaran yang dilakukan oleh Chelsea. Sontak, kabar itu ditepis oleh Mourinho. Bahkan, Mou berujar bahwa Pellegrini seharusnya tidak membutuhkan kalkulator untuk menghitung berapa dana yang dihabiskan Chelsea selama bursa transfer pemain.

Mantan pelatih Inter Milan dan Real Madrid itu justru mengakui bahwa Chelsea mematuhi regulasi yang diberlakukan FIFA di mana setiap tim harus mematuhi Finansial Fair yang menghimbau agar setiap tim lebih bijak dalam bursa transfer pemain setiap musimnya.

Secara akademis Pellegrini adalah seorang insinyur dan dia tidak perlu bekerja dengan kalkulator untuk menghitung berapa biaya yang kami keluarkan untuk bursa transfer pemain. Juan Mata dijual dengan harga sekira 37 juta pounds dan Kevin De Bruyne dengan mahar sekira 18 juta pounds,” tegas Mou seperti dilansir Agen Bola Terpercaya.

Kami sudah mendapatkan 55 juta pounds. Ketika kami membeli Nemanja Matic dengan 21 juta pounds dan Mohamed Salah dengan 11 juta pounds. Kami mengeluarkan 32 juta pounds. Jadi, pada bursa transfer pemain 55 juta pounds dikurangi 32 juta pounds adalah 23 juta pounds.  Jadi pemasukan untuk Chelsea adalah 23 juta pounds. Jadi pelatih The Citizens tersebut tidak perlu kalkulator untuk menghitung dana yang di dapatkan oleh Chelsea.

Mou juga menyinggung untuk saat ini City mungkin memiliki tim yang kuat. Tapi, untuk beberapa tahun mendatang, mungkin The Citizens butuh melakukan perubahan. Karena saya rasa city tidak akan seperti saat ini lagi.

Mereka memang tim yang sangat baik untuk beberapa musim belakangan ini, tetapi belum tentu mereka akan tetap seperti sekarang untuk beberapa tahun kedepan, tegas Mourinho pada media inggris, yang mencoba untuk menyindir sang pelatih Pellegrini.