Melihat Peluang Lolos Ke Final Piala Dunia 2014

semifinalDepobola - Untuk pertama kalinya sejak 1970, Amerika Latin mendapat dua tempat di semifinal Piala Dunia. Untuk pertama kali juga dalam sejarah Piala Dunia, Brasil dan Argentina sama-sama lolos ke semifinal Piala Dunia yang sama. Untuk pertama kalinya pula sejak 1950, terbuka peluang final sesama Amerika Latin. Uniknya, tempat terakhir final sesama Amerika Latin itu juga akan menjadi venue final 2014, yakni Stadion Maracana.

Mungkinkah final sesama Amerika Latin terwujud? Mari menilik bursa taruhan global. Yang pertama perlu dilihat adalah bursa taruhan tentang tim mana yang akan menjadi juara Piala Dunia 2014. Untuk pertama kalinya bursa taruhan Sbobet menggeser Brasil sebagai kandidat terkuat juara. Posisi Brasil digeser Argentina dengan nilai odds 3.35, sedangkan Brasil di odds 3.45. Sementara itu Jerman di tempat ketiga dengan odds 3.65 disusul Belanda dengan odds 4.25.

Mengapa bursa bisa meminggirkan Brasil? Ini wajar mengingat Brasil tampil tanpa Neymar dan Thiago Silva di semifinal melawan Jerman. Performa Brasil juga kurang mantap terutama saat melawan Chile dan Kolombia.

Sekarang mari tengok bagaimana bursa taruhan global memandang dua laga semifinal. Pada laga Brasil vs Jerman, di pasaran 1x2 Sbobet lebih menjagokan Brasil (odds lebih rendah). Sedangkan di laga Belanda vs Argentina, 1x2 Sbobet lebih menjagokan Argentina. Namun, pada pasaran outright Sbobet, final Jerman vs Argentina lah yang menurut Sbobet adalah final ideal. Hal ini dibuktikan dengan odds finalis Argentina vs Jerman yang paling rendah diantara kemungkinan finalist lainnya.

Mari kita lihat situasi final Piala Dunia dari satu gelaran ke gelaran lainnya. Terutama jika dihubungkan dengan persaingan Amerika Latin vs Eropa. Dari 16 final, enam di antaranya final sesama Eropa, termasuk dua final terakhir. Dari 32 tempat di final, 22 diisi sembilan tim asal Eropa, sisanya Brasil, Argentina dan Uruguay.

Enam Piala Dunia terakhir, empat dimenangi tim Eropa, dua sisanya oleh Brasil 1994 dan Brasil 2002. Tampak bahwa Eropa sedikit lebih unggul dari Amerika Latin. Hanya saja, situasi itu didapat dari kenyataan Eropa tujuh kali tuan rumah sejak 1934, sementara Amerika Latin hanya tiga kali tuan rumah, terakhir di Argentina 1978.

Catatan-catatan di atas rasanya membuat Eropa pun sebenarnya berpeluang menjadi finalis di Brasil 2014. Bisa jadi Amerika Latin vs Eropa di final.

Brasil vs Jerman

Jerman tim yang matang dan solid. Dari empat semifinalis, inilah tim yang paling sedikit menggunakan pemain, yaitu 17 orang. Jerman tim pertama sepanjang sejarah Piala Dunia yang mencapai semifinal empat kali berturut-turut. Jerman juga makin matang dalam hal olah bola dengan menjadi tim rata-rata tertinggi untuk umpan sukses per pertandingan sebanyak 473 kali.

Sementara Brasil tanpa Neymar seakan-akan diragukan kekuatannya. Brasil tampak lebih main fisik daripada cantik, tampak dari 53 pelanggaran saat lawan Kolombia, 31 di antaranya oleh pemain Brasil. Satu hal yang tidak bisa diremehkan dari Brasil tentu saja dorongan mental selagi main di kandang sendiri. Spirit ini bisa jadi faktor penentu.

Argentina vs Belanda

Belanda punya keunggulan dari sisi pengalaman. Ini semifinal ketiga dari empat Piala Dunia terakhir yang mereka ikuti. Belanda juga punya lima pemain dengan rekor gol impresif di level internasional (Robin van Persie 46, Huntelaar 35, Sneijder 27, Robben 26, Kuyt 25). Mereka ini semua pemain-pemain yang sudah banyak makan asam garam termasuk tekanan di laga sepenting semifinal Piala Dunia.

Di sisi lain, Argentina masih sangat bergantung dengan Lionel Messi. Nama terakhir ini tidak ada yang mengalahkan dalam hal mengkreasi peluang, total 18 peluang. Naik turunnya Argentina, akan sangat bergantung pada Messi. Sayang memang, partner setia Messi, Angel di Maria harus absen.